Kamis, 2 April 2026
Beranda Nasional Sumut Terkini Hukum & Kriminal Investigasi Khusus

Kebal Hukum, Gurita Judi Tembak Ikan 'Kotek' dan Barak Narkoba Cengkeram Kawasan Pancur Batu - Sibolangit


KORANMEDANNEWS, Praktik perjudian dan peredaran gelap narkotika tampaknya makin tumbuh subur dan seolah tak tersentuh jerat hukum di wilayah hukum Pancur Batu hingga Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Lemahnya pengawasan dan tindakan dari penegak hukum setempat memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.


Pasalnya, bisnis ilegal berupa mesin judi tembak ikan dan barak narkoba yang diduga kuat dimodali oleh oknum bernama 'Kotek' dan jaringannya, hingga kini beroperasi secara terang-terangan tanpa rasa takut.


Berdasarkan laporan dan keresahan warga setempat, terdapat dua titik utama yang saat ini menjadi pusat perputaran uang haram dan sarang maksiat di wilayah tersebut:


  • Sarang Maksiat di Balik Kawasan Rumah Makan

Titik rawan pertama berada tepat di sekitar kawasan Rumah Makan Palobar. Berdasarkan keterangan warga yang enggan disebutkan namanya demi keamanan, kawasan tersebut telah beralih fungsi menjadi sarang kejahatan.


Di lokasi ini, sedikitnya terdapat dua unit mesin judi tembak ikan yang beroperasi bebas. Lebih memprihatinkan lagi, area tersebut juga difungsikan sebagai barak narkoba yang memfasilitasi peredaran barang haram. Masyarakat sekitar menyebutkan bahwa operasional di titik ini dikendalikan oleh seorang oknum berinisial PA alias Lobar.


  • Menodai Kawasan Wisata Sembahe

Ironisnya, ekspansi bisnis ilegal ini tidak berhenti di permukiman warga. Titik kedua yang terpantau beroperasi secara bebas justru merambah ke kawasan pariwisata, tepatnya di area Pemandian Alam Lembah Naga, Sembahe.


Kawasan yang sejatinya merupakan destinasi wisata alam dan tempat rekreasi keluarga ini, kini dinodai oleh aktivitas perjudian. Mesin judi tembak ikan di lokasi strategis ini diketahui berada di bawah kendali langsung oknum bernama Kotek, yang bekerja sama dengan rekannya berinisial BN.


Pembiaran terhadap operasional judi dan barak narkoba ini bukan hanya merusak moral dan masa depan generasi muda, tetapi juga berpotensi memicu lonjakan angka kriminalitas. Warga merasa resah, namun kerap bungkam karena sindikat ini seolah memiliki "beking".


"Kami sudah sangat resah. Tempat wisata dan lingkungan tempat tinggal kami dijadikan sarang judi dan narkoba. Kalau dibiarkan terus, mau jadi apa kampung kami ini? Kami minta ketegasan aparat, jangan tutup mata!" ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat.


Sebagai bentuk asas keberimbangan berita, tim redaksi telah melakukan upaya konfirmasi kepada Kapolsek Pancur Batu, Kompol Junaidi SH. Namun sangat disayangkan, hingga berita ini ditayangkan, pucuk pimpinan kepolisian di wilayah tersebut tidak bersedia menjawab maupun memberikan tanggapan resmi.


Sikap bungkam dari aparat penegak hukum ini semakin mempertebal kekecewaan warga. Kini, masyarakat mendesak Kapolrestabes Medan dan Kapolda Sumatera Utara untuk segera turun tangan mengambil tindakan tegas dan terukur, serta mengevaluasi kinerja jajaran di bawahnya yang terkesan melakukan pembiaran. Hukum tidak boleh tumpul ke atas dan tajam ke bawah, sindikat 'Kotek' harus segera diberantas.(Rasyid)

...
📰
Terkini
🇮🇩
Nasional
⚖️
Redaksi
Menu