Kamis, 2 April 2026

Dugaan Skandal Kutalimbaru Makin Panas: Oknum Kanit Intelkam Pancur Batu & ASN Terekam, Isu Dana Perwankeu Mencuat, Propam Polrestabes Diuji


 Pancur Batu, Beredarnya rekaman video amatir yang memperlihatkan aktivitas di sebuah arena judi dadu di kawasan Namorindang, Kutalimbaru, kembali mengungkap fakta baru. Selain dugaan keterlibatan oknum perwira kepolisian, seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) juga diduga turut berada di lokasi tersebut.

Dalam video yang sebelumnya viral, publik menyoroti dugaan kehadiran oknum yang disebut-sebut sebagai Kanit Intelkam Polsek Pancur Batu berinisial E alias S, bersama anggotanya berinisial E alias G. Di tengah ketiadaan tindakan penertiban resmi, muncul isu di masyarakat terkait asal usul dana yang diduga digunakan oleh oknum aparat tersebut. Isu ini mengaitkan aktivitas perjudian itu dengan dugaan tertahannya dana Perawatan dan Keuangan (Perwankeu) atau hak-hak anggota kepolisian yang belum dibayarkan.

Selain teka-teki aliran dana, redaksi menemukan fakta lain dari rekaman yang sama. Seorang pria yang terekam di arena perjudian diduga bukanlah warga biasa. Berdasarkan informasi dan rekam jejak digital, pria bernama Juna tersebut diduga merupakan oknum ASN yang saat ini menjabat sebagai Kepala Persatuan Pasar (Perpas) wilayah Tanjung Morawa.

Kehadiran oknum pejabat publik dan aparat penegak hukum di arena perjudian ini tentu memunculkan keprihatinan, mengingat integritas abdi negara seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat, bukan justru dipertaruhkan di meja judi.

Upaya Konfirmasi dan Respons Propam

Demi menjunjung asas keberimbangan berita (cover both sides) dan mematuhi Kode Etik Jurnalistik, redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi sekaligus menyerahkan bukti video tersebut kepada Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) Polrestabes Medan.

Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Panit 1 Unit Paminal Sipropam Polrestabes Medan, Ipda Joko Nuansa Sembiring, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi dan video yang diteruskan oleh redaksi. Ipda Joko memberikan respons singkat atas konfirmasi tersebut dengan menyatakan, "Siap, Bang."

Di sisi lain, upaya konfirmasi serupa juga telah dilayangkan kepada Kasi Propam Polrestabes Medan, Kompol Ras Maju Tarigan. Namun, melalui pesan WhatsApp yang dikirimkan, hingga berita ini diterbitkan yang bersangkutan belum bersedia membalas konfirmasi dari pihak redaksi.

Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi mengenai rencana pemanggilan oknum-oknum yang diduga terlibat, maupun langkah pengusutan terkait isu aliran dana Perwankeu.

Kasus ini menjadi ujian integritas bagi Propam Polrestabes Medan maupun Inspektorat Daerah. Publik menanti langkah tegas, cepat, dan transparan dari institusi terkait untuk mengusut tuntas dugaan skandal ini agar muruah dan kredibilitas abdi negara tetap terjaga.

Sebagai bentuk kepatuhan terhadap prinsip jurnalistik yang berimbang, redaksi juga membuka ruang seluas-luasnya bagi Saudara Juna untuk menyampaikan hak jawab maupun klarifikasi resmi terkait dugaan dalam pemberitaan ini. (Tim)

...
📰
Terkini
🇮🇩
Nasional
⚖️
Redaksi
☰
Menu